Magic Jar dan Ego Kita Menghamburkan Listrik

Diposting oleh STUFY LYFE STYLE Rabu, 08 Juli 2009

Siapa yang tak kenal magic jar? Rasanya hampir semua dari kita tahu, bahkan telah lama menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ya, magic jar adalah alat pemanas nasi. Teknologi ini lahir sebagai jawaban atas keinginan masyarakat akan masakan yang selalu hangat saat disantap. Dengan pemanas nasi –magic jar-, kita tak perlu direpotkan lagi dengan menghangatkan makanan di atas kompor atau tungku saat akan bersantap.

Nyaman memang. Kita bisa menghemat waktu dan tidak perlu repot. Namun pernahkah kita berpikir, apakah langkah kita sudah benar dengan menggunakan magic jar untuk memanaskan makanan terutama nasi?

Magic jar adalah peralatan listrik rumah tangga yang menjadi primadona penduduk Indonesia. Diperkirakan peralatan ini dimiliki sekitar sepertiga dari 34 juta pelanggan PLN di Indonesia. Bisa dikatakan hampir 11 juta pelanggan PLN memiliki dan mengoperasikan magic jar.

Meski konsumsi listriknya sekitar 50 watt, tapi peralatan ini biasanya dioperasikan selama 24 selama sehari. Yang menyedihkan, seringkali pengguna magic jar memanaskan sekepal nasi hingga semalaman nasinya kering dan warnanya menguning. Di paginya, nasi “kuning” itu hanya akan dibuang ke tempat sampah.

Kita akan tertegun jika tahu berapa listrik yang dikonsumsi perilaku masyarakat saat menggunakan peralatan ini. Bila dihitung, konsumsi listrik magic jar dalam sehari secara nasional sangat luar biasa. Yakni sebesar 11 juta x 50 x 24 jam = 13200 Mega Watt Hour (MWH) atau 13,2 Giga Watt Hour.

Konsumsi listrik sebesar itu melebihi kapasitas pembangkit listrik yang sedang dibangun PLN di seluruh Indonesia (dikenal dengan nama proyek percepatan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara tahap I) sebesar 10 ribu MW. Padalah untuk membangun pembangkit tersebut, pemerintah bersama PLN dan pihak swasta membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

Langkah Bijak
Sesungguhnya kita bisa melakukan penghematan dengan tanpa mengurangi kenyamanan. Perilaku pemborosan listrik melalui magic jar yang dioperasikan selama 24 jam non stop selama sehari mesti kita hindari. Apalagi hanya digunakan untuk memanaskan semangkok nasi sepanjang hari. Caranya sederhana, yakni dengan mengatur waktu masak dan waktu bersantap.

Sebagai gambaran, di beberapa negara ASEAN seperti Filipina dan Thailand, penduduk di sana masih menggunakan rice cooker yang hanya dihidupkan seperlunya. Jika mereka bisa mengapa kita melakukan hal yang sama? Jangan biarkan perilaku boros kita hanya demi sedikit ”kenyamanan” dan keegoisan kita!

0 komentar

Posting Komentar

Followers

Video Post